Kamis, 02 April 2009

Dampak Kemiskinan Terhadap Masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang
Pada saat kita pergi kita sering melihat banyak pengemis, pengamen,dll. Itu adalah salah satu akibat dari kemiskinan. Kemiskinan memang saat ini masih belum ada solusinya, tetapi tampaknya Pemerintah masih belum maksimal dalam menangani masalah kemiskinan. Dan itu bukan hanya salah Pemerintah saja tetapi kita juga harus dapat mengatasi kemiskinan tersebut, karena untuk mengubah kemiskinan harus dibutuhkan mental yang bagus.
Kemiskinan memang dapat mengganggu kesejahteraan masyarakat, dan itu sangat tampak dari adanya rumah kumuh di pinggiran sungai, adanya penyakit busung lapar. Mungkin kemiskinan terjadi karena tidak dapat membiayai kehidupan secara langsung. Dan itulah yang terjadi sekarang ini, bahwa kemiskinan sekarang ada dimana-mana. Jika pemerintah tidak mengatasi masalah kemiskinan secepat mungkin, mungkin kemiskinan akan bertambah terus-menerus. Kemiskinan tidak hanya berdampak bagi para rakyat miskin tetapi juga berdampak bagi warga sekitarnya karena kemiskinan juga dapat meningkatkan tindakan kriminalitas.



Dengan tingginya angka kemiskinan di Indonesia, maka hal ini menjadi masalah tersendiri bagi negara ini dan sampai saat ini masih belum ada solusinya. Dan kemiskinan mempunyai hubungan dengan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu kemiskinan harus kita tanggulangi agar angka kemiskinan tidak semakin tinggi.
B Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, rumusan masalah dalam karya tulis dipaparkan sebagai berikut:
1. Apa itu kemiskinan?
2. Apa penyebab dari kemiskinan?
3. Apa dampak dari kemiskinan?
4. Bagaimana cara menanggulangi kemiskinan?
C Tujuan Penelitian
Penelitian dalam karya tulis ini bertujuan sebagai berikut :
1. Mengetahui arti dari kemiskinan
2. Mengetahui penyebab dari kemiskinan
3. Mengetahui dampak dari kemiskinan
4. Mengetahui cara menanggulangi kemiskinan


D Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca, karena mereka akan menjadi tahu tentang kemiskinan dan menjadi lebih berhati-hati dalam perekonomiannya masing-masing. Dan semoga saja hasil penelitian ini juga bermanfaat untuk para rakyat miskin agar dapat bangkit dari kemiskinan
E Sistematika Penulisan
Karya tulis ilmiah ini terdiri atas 6 bab, yaitu :
Pendahuluan (BabI)
Memberi petunjuk yang akan dibicarakan dalam karya tulis ilmiah, yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat hasil penelitian, dan sistematika penulisan.
Landasan Teori (Bab II)
Memuat teori-teori yang digunakan sebagai jawaban detail dari rumusan masalah
Metodologi Penelitian (Bab III)
Berisi tentang cara mendapatkan data
Hasil Penelitian (Bab IV)
Berisi hasil-hasil penelitian yang diteliti dari pendapat-pendapat umum


Pembahasan (Bab V)
Berisi simpulan/rangkuman dari pernyataan dalam hasil penelitian dan landasan teori
Penutup (Bab VI)
Berisi simpulan dan saran dari penulis














BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Kemiskinan
Secara etimologis “kemiskinan” berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak berharta benda dan serba kekurangan. Departemen Sosial dan Biro Pusat Statistik, mendefinisikan sebagai ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos,2002). Dalam konteks politik, John Friedman mendefinisikan kemiskinan sebagai suatu ketidaksamaan kesempatan dalam mengakumulasikan basis kekuatan sosial. Frank Ellis (dalam suharto,2005) menyatakan bahwa kemiskinan memiliki berbagai dimensi yang menyangkut aspek ekonomi, politik dan sosial-psikologis.
Orang disebut miskin jika dalam kadar tertentu sumber daya ekonomi yang mereka miliki di bawah target atau patokan yang telah ditentukan. Yang dimaksud dengan kemiskinan sosial adalah kurangnya jaringan sosial dan struktur sosial yang mendukung orang untuk mendapatkan kesempatan - kesempatan agar produktivitasnya meningkat. Dapat juga dikatakan bahwa kemiskinan sosial adalah kemiskinan yang disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat sehingga mencegah dan menghalangi seseorang untuk memanfaatkan kesempatan – kesempatan yang tersedia.
Kemiskinan merupakan masalah kemanusiaan yang telah lama diperbincangkan karena berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dan upaya penanganannya. Dalam Panduan Keluarga Sejahtera (1996: 10) kemiskinan adalah suatu keadaan dimana tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam memenuhi kebutuhannya.
B. Penyebab kemiskinan
Penyebab kemiskinan menurut Kuncoro (2000:107) sebagai berikut :
1. Secara makro, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan timpang, penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas dan kualitasnya rendah
2. kemiskinan muncul akibat perbedaan kualitas sumber daya manusia karena kualitas sumber daya manusia yang rendah berarti produktivitas juga rendah, upahnyapun rendah
3. kemiskinan muncul sebab perbedaan akses dan modal
Sendalam ismawan (2003:102) mengutarakan bahwa penyebab kemiskinan dan keterbelakangan adalah persoalan aksesibilitas. Akibat keterbatasan dan ketertiadaan akses manusia mempunyai keterbatasan (bahkan tidak ada) pilihan untuk mengembangkan hidupnya, kecuali menjalankan apa terpaksa saat ini yang dapat dilakukan (bukan apa yang seharusnya dilakukan). Dengan demikian manusia mempunyai keterbatasan dalam melakukan pilihan, akibatnya potensi manusia untuk mengembangkan hidupnya menjadi terhambat.
C. Dampak Kemiskinan
Dampak kemiskinan di Indonesia memunculkan berbagai penyakit pada kelompok risiko tinggi seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan lanjut usia. “Kita mengakui sejak krisis ekonomi tahun 1997 jumlah penduduk miskin di Indonesia meningkat”. Kata Azrul Azwar dari Direktorat Jenderal Bina kesehatan Depkes di Semarang. Ia mengatakan, kemiskinan yang terjadi di Indonesia menyebabkan cakupan gizi rendah, pemeliharaan kesehatan kurang, lingkungan buruk, dan biaya untuk berobat tidak ada. Akibat terkena penyakit, katanya pada lokakarya “Pengentasan Kemiskinan Melalui Pengembangan Industri Agromedicine Terpadu”, menyebabkan produktivitas rendah, penghasilan rendah dan pengeluaran bertambah.
Kemiskinan memang tidak pernah berhenti dan tidak bosan menghancurkan cita-cita masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda. Kemiskinan sudah banyak “membutakan” segala aspek seperti pendidikan. Sebagian dari penduduk Indonesia lantaran keterbatasan ekonomi yang tidak mendukung, oleh contoh kecil yang terjadi di lapangan banyak anak yang putus sekolah karena menunggak SPP, siswa SD yang nekat bunuh diri karena malu sering ditagih oleh pihak sekolah, anak di bawah umur bekerja keras dengan tujuan memberi sesuap nasi untuk keluarganya, dll.
Bagaimana Indonesia mau maju kalau generasi muda yang seharusnya sekolah sekarang ikut merasakan korban faktor kemiskinan.
D. Cara Penanggulangan Kemiskinan
Kondisi kemiskinan di Indonesia terus mengalami tren penururnan yang cukup besar. Meskipun demikian, tantangan ke depan untuk mencapau target yang ditentukan juga masih cukup besar. Untuk itu,pemerintah telah menetapkan peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengurangan kemiskinan sebagai tema pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009. Dengan demikian, program penanggulangan kemiskinan tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah pada tahun 2009. Hal ini jika dilihat dari Rancangan Anggaran dan Belanja Negara yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Sebagai bukti komitmen dalam menanggulangi kemiskinan, Pemerintah akan menyiapkan anggaran Rp. 66,2 triliun untuk menanggulangi kemiskinan pada tahun 2009. Besaran anggaran untuk program kemiskinan tersebut dalam APBN meningkat sekitar tiga kali lipat dalam kurun waktu 2005-2008. Dengan anggaran tersebut, angka kemiskinan ditargetkan dapat berkurang dari 15,4 persen pada tahun 2008 menjadi 12-14 persen pada tahun 2009. Peningkatan anggaran saja tentu belum cukup tanpa disertai dengan perencanaan program yang lebih efektif. Karena itu, selain peningkatan untuk mempercepat penurunan tingkat kemiskinan itu pemerintah telah melakukan harmonisasi dan sinergi program dan anggaran penanggulangan kemiskinan di tingkat pusat yang implementasinya dijalankan secara nyata di seluruh Indonesia.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Sasaran
Untuk memahami dampak kemiskinan yang terjadi di masyarakat maka untuk penelitian akan difokuskan ke masyarakat sekitar yang kurang mampu.
B. Wujud dan Sumber Data
Wujud data karya tulis ini berupa laporan tentang kemiskinan, penyebab kemiskinan, dampak kemiskinan, serta penanggulangan kemiskinan.
Setelah dianalisis komponen-komponen dampak kemiskinan di atas maka dapat diketahui dampak kemiskinan yang ada di masyarakat. Dalam peneliti sendiri dangan melakukan beberapa teknik pengumpulan data antara lain :
1. Observasi
Dengan menggunakan metode ini penulis mengamati kemiskinan yang terjadi di masyarakat secara langsung, yaitu di Kampung Jrobang
2. Wawancara
Menurut Sutrisno Hadi dalam bukunya yang berjudul Metodologi, wawancara dapat didefinisikan suatu percakapan yang diarahkan pada masalah tertentu, merupakan proses tanya jawab lisan, dimana dua atau lebih berhadap-hadapan secara fisik (1989:96). Dari wawancara tersebut peneliti diharapkan memperoleh informasi lebih akurat.
3. Studi Pustaka
Dengan menggunakan metode ini penulis membaca buku dan membuka internet yang berkaitan dengan kemiskinan dalam karya tulis ilmiah ini.

Sumber data karya tulis ini ada dua yaitu studi pustaka yang dijelaskan pada bab II (Landasan Teori) dan hasil wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2009 di masyarakat sekitar yang tidak mampu.
Penulis menggunakan pertanyaan yang berbeda untuk melaksanakan wawancara tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain :
1. Apakah yang membuat perekonomian keluarga anda menjadi melemah?
2. Apakah Pemerintah sudah memberikan bantuan kepada anda?
3. Siapa saja yang ikut mencari uang/bekerja untuk membiayai keluarga?
4. Usaha-usaha apa saja yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki perekonomian keluarga anda?
5. Kira-kira berapa penghasilan anda selama sebulan?




C. Populasi dan sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian atau obyek yang akan diteliti (Notoatmodjo,2005). Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah warga miskin yang ada di Kampung Jrobang
2. Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo,2005).
Sampel yang akan diteliti dalam penelitian ini sebanyak 4 orang yaitu dengan perincian sebagai berikut :
a. 2 orang laki-laki selaku kepala keluarga dari RT 03
b. 2 orang perempuan selaku istri dari RT 04
D. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Dengan metode ini penulis bekerja secara objektif dan sistematis untuk mendiskripsikan isi bahan komunikasi melalui pendekatan kualitatif.
Langkah-langkah pelaksanaan metode ini dapat dilihat sebagai berikut :


1. Tahap persiapan
2. Merumuskan masalah penelitian dan menentukan tujuan penelitian
3. Menentukan konsep serta menggali kepustakaan yang berkaitan dengan kemiskinan
2. Tahap pelaksanaan
1. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Kampung Jrobang yang dilakukan pada tanggal 1 Februari 2009
2. Mengolah hasil wawancara
3. Membuat klasifikasi hasil penelitian yang telah dilakukan
3. Tahap finalisasi
1. Melakukan pengamatan kembali terhadap hasil penelitian
2. Membuat hasil penelitian dalam bentuk data yang disiapkan untuk disajikan dalam karya tulis ini
3. Menyimpulkan dari semua data yang telah didapat
4. Melaporkan dalam bentuk karya tulis yang akan dibahas dalam Bab IV dan Bab V
E. Teknik Pengolahan Data
Dari hasil penelitian menggunakan wawancara akan didapat data mengenai kondisi keluarga yang tidak mampu.
Dari data tersebut, diklasifikasikan dalam bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah, media yang digunakan sebagai sarana untuk mengurangi kemiskinan.
Setelah diklasifikasikan dan diolah, dibentuk laporan penelitian dengan mencantumkan seluruh olahan data yang akan dibahas dalam Bab V.
F. Teknik Analisa Data
Setelah terkumpul maka selanjutnya adalah tahap analisa data. Dalam penelitian ini digunakan teknik analisa data yaitu :
1. Tahap Identifikasi
Pada tahap ini diadakan identifikasi dampak kemiskinan terhadap masyarakat.
2. Tahap Analisis
Pada tahap ini, data kemiskinan dianalisis untuk mengetahui onsisi kemiskinan yang terjadi saat ini






BAB IV
HASIL PENELITIAN
Sampel yang diambil adalah 4 orang
A. Aspek yang terdapat pada sampel
1. Identitas
2. Sebab perekonomian keluarga melemah
3. Orang yang ikut mencari uang dalam keluarga tersebut
4. Usaha – usaha yang dilakukan untuk menambah penghasilan
5. Keingintahuan apakah pemerintah sudah memberikan bantuan kepada mereka
6. penghasilan mereka perbulan
B. Berikut adalah pertanyaan – pertanyaan yang digunakan untuk wawancara
1. Apakah yang membuat perekonomian keluarga anda melemah?
2. Siapa saja yang ikut mencari uang/bekerja untuk menghidupi keluarga?
3. Usaha – usaha apa saja yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki perekonomian keluarga anda?
4. Apakah Pemerintah sudah memberikan bantuan kepada keluarga anda?
5. Berapa penghasilan anda perbulan?

C. Berikut ini adalah hasil yang didapat dari wawancara dan akan dijabarkan sesuai aspek – aspek yang telah dibuat
1. Identitas
a. Nama : Bapak Soleh
Usia : 42 tahun
Pekerjaan : Kuli Bangunan
b. Nama : Ibu Dewi
Usia : 37 tahun
Pekerjaan : Pembantu Rumah Tangga
c. Nama : Ibu Sri
Usia : 39 tahun
Pekerjaan : Pedagang
d. Nama : Bapak Ahmad
Usia : 41 tahun
Pekerjaan : Satpam

2. Sebab perekonomian keluarga melemah
a. Menurut Bapak Soleh
• Karena kebutuhan keluarga yang sangat banyak sedangkan penghasilan untuk keluarga sangat kecil
b. Menurut Ibu Dewi
• Karena harga-harga kebutuhan pokok pada naik sedangkan penghasilan kami masih tetap
c. Menurut Ibu Sri
• Karena penghasilan saya tidak tetap dan gaji suami saya tidak seberapa, sedangkan untuk kebutuhan anak saja tidak cukup
d. Menurut Bapak Ahmad
• Karena penghasilan saya kecil, padahal untuk menyekolahkan anak saya itu harus mengeluarkan uang banyak
3. Orang yang ikut mencari uang dalam keluarga tersebut
a. Menurut Bapak Soleh
• Istri dan anak saya
b. Menurut Ibu Dewi
• Suami
c. Menurut Ibu Sri
• Suami dan anak
d. Menurut Bapak Ahmad
• Tidak ada


4. Usaha – usaha yang dilakukan untuk menambah penghasilan
a. Menurut Bapak Soleh
• Menjadi tukang ojek
b. Menurut Ibu Dewi
• Membuka usaha berjualan di warung
c. Menurut Ibu Sri
• Menjual barang dagangannya yang belum laku terjual dengan cara berkeliling
d. Menurut Bapak Ahmad
• Membuka usaha berjualan di warung
5. Keingintahuan apakah pemerintah sudah memberikan bantuan kepada mereka
a. Menurut Bapak Soleh
• Sudah
b. Menurut Ibu Dewi
• Sudah
c. Menurut Ibu Sri
• Sudah

d. Menurut Bapak Ahmad
• Sudah
6. penghasilan mereka perbulan
a. Menurut Bapak Soleh
• Sekitar Rp. 500.000
b. Menurut Ibu Dewi
• Sekitar Rp. 300.000
c. Menurut Ibu Sri
• Kalau dagangannya laku bisa dapat Rp. 500.000 tapi kalau dagangannya tidak banyak yang laku bisa dapat Rp. 200.000
d. Menurut Bapak Ahmad
• Sekitar Rp. 500.000
D. Kesimpulan hasil penelitian
Walaupun mereka sedang dilanda kemiskinan tapi mereka tetap tidak putus asa. Hal ini dapat terlihat dari usaha-usaha mereka untuk bekerja paruh waktu. Dan juga tampaknya Pemerintah sudah membantu para rakyat miskin walaupun sedikit demi sedikit. Tapi tetap saja itu dapat mengancam kesejahteraan keluarganya karena anak-anak juga disuruh bekerja untuk mencari uang.


BAB V
PEMBAHASAN
A. Arti Kemiskinan
Kemiskinan berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak berharta benda dan serba kekurangan. Kemiskinan memang mempunyai banyak arti tetapi dari semua arti tersebut mempunyai kesamaan yaitu tidak mempunyai yang dimiliki atau kekurangan. Kemiskinan tersebut memang banyak mengancam negara berkembang termasuk Indonesia. Sebelum kita mengenal lebih lanjut mengenai kemiskinan, kita harus tahu dahulu definisi tentang kemiskinan. Karena jika kita tahu definisi kemiskinan, maka kita akan mempunyai gambaran mengenai kemiskinan yang lebih luas.
B. Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan muncul karena adanya perbedaan kualitas sumber daya manusia, karena jika kualitas manusianya rendah pasti akan mempengaruhi yang lain, seperti pendapatan. Tapi itu hanyalah masalah klasik. Sekarang penyebab kemiskinan adalah karena tidak mempunyai uang yang banyak. Orang yang mempunyai uang banyak, mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya karena mereka dapat bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Berbeda dengan orang miskin yang tidak punya uang banyak, mereka tidak dapat bersekolah yang lebih tinggi karena mereka tidak punya uang lagi untuk membiayai uang sekolah seperti masuk perguruan tinggi atau SMA.
C. Dampak Kemiskinan
Sekarang kemiskinan sudah memberikan dampak yang beraneka ragam mulai dari tindak kriminal, pengangguran, kesehatan terganggu, dan masih banyak lagi. Kemiskinan memang dapat menyebabkan beragam masalah tapi untuk sekarang masalah yang paling penting adalah bagaimana caranya anak-anak kecil yang sama sekali tidak mampu dapat bersekolah dengan baik seperti anak-anak lainnya. Pertama itulah masalah yang harus dipecahkan oleh pemerintah karena jika masalah itu tidak dapat dibereskan maka akan muncul masalah-masalah baru yang lebih banyak lagi. Dan juga banyak orang-orang miskin terkena penyakit tapi mereka sulit untuk berobat ke dokter karena mahal, walapun pemerintah sudah memberikan kartu kemiskinan tapi itu tidak menjamin di rumah sakit.
D. Penanggulangan Kemiskinan
Untungnya pemerintah segera bertindak dengan cara memberikan anggaran sebesar Rp. 662 triliun untuk mengurangi angka kemiskinan di tahun 2009 dari 15,4 persen pada tahun 2008 ditargetkan akan menjadi 12-14 persen pada tahun 2009. Kita boleh saja lega karena pemerintah sudah memberikan anggaran yang begitu banyak untuk rakyat miskin, tapi apa hanya dengan cara itu saja angka kemiskinan akan berkurang. Karena kebanyakan mental bangsa Indonesia adalah mental yang lebih suka dimanja daripada berusaha sendiri.


BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis melalui kegiatan karya tulis yang berjudul “Dampak Kemiskinan Terhadap Masyarakat” adalah:
1. kemiskinan dapat terjadi karena rendahnya kualitas yang dimiliki manusia tersebut
2. kemiskinan dapat membuat orang menjadi putus asa
3. pemerintah selalu berusaha untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia
4. kemiskinan dapat menimbulkan berbagai macam masalah
B. Saran
Saran yang diambil oleh penulis bagi para pembaca adalah:
1. tingkatkanlah kualitas anda melalui sekolah ke jenjang yang lebih tinggi
2. berjuanglah dengan keras jangan sampai putus asa
3. bantulah sesamamu yang tidak mampu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar